Menteri Agama RI Terima Anugerah Adat Mia Ogena Yi Syara Agama dari Kesultanan Buton
- Kategori : Kampus
- Dibaca : 58 Kali

Mandailing Natal — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Laode Nasaruddin Umar, M.A., menerima anugerah gelar adat kehormatan “Mia Ogena Yi Syara Agama” dari Kesultanan Buton melalui Lembaga Adat Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (08/01/2026). Gelar tersebut bermakna Pribadi Utama Penopang Sendi Agama, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di Indonesia.
Penganugerahan ini mencerminkan pengakuan Kesultanan Buton terhadap peran strategis Menteri Agama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama, merawat kearifan lokal, serta memperkokoh persatuan bangsa. Momentum tersebut sekaligus menegaskan kuatnya sinergi antara agama, budaya, dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua STAIN Mandailing Natal sekaligus Sekretaris Forum Rektor PTKIN se-Indonesia, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas penganugerahan gelar adat tersebut kepada Menteri Agama RI.
Penganugerahan gelar Mia Ogena Yi Syara Agama kepada Prof. KH. Nasaruddin Umar adalah bentuk pengakuan kultural yang sangat bermakna atas kepemimpinan beliau dalam menjaga marwah agama, memperkuat moderasi beragama, dan merawat kebhinekaan Indonesia. Ini bukan sekadar penghormatan adat, tetapi juga pesan moral bagi seluruh insan pendidikan tinggi keagamaan untuk terus berkhidmat bagi umat dan bangsa, ujar Prof. Sumper.
Lebih lanjut, Prof. Sumper menegaskan bahwa keluarga besar PTKIN, termasuk STAIN Mandailing Natal, siap mendukung penuh kebijakan dan visi Menteri Agama dalam memperkuat peran pendidikan tinggi keagamaan sebagai pilar pengembangan keilmuan, karakter, dan peradaban.
“PTKIN di seluruh Indonesia akan terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam mengarusutamakan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, kebangsaan, serta kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter,” tambahnya.
Penganugerahan gelar adat ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara institusi keagamaan, lembaga adat, dan negara dalam menjaga harmoni sosial serta memperkokoh persatuan bangsa di tengah dinamika global.
Ayoo Semangat STAIN menuju IAIN (Tim Humas)


