Ketua STAIN Mandailing Natal Apresiasi Capaian Menteri Agama RI dalam Meraih Penghargaan Tokoh Kerukunan Umat Beragama
- Kategori : Kampus
- Dibaca : 23 Kali

Mandailing Natal — Penghargaan Tokoh Kerukunan Umat Beragama yang diterima Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, pada ajang penganugerahan Indoposco 2026 dinilai sebagai capaian penting dalam penguatan harmoni sosial di Indonesia. Penghargaan tersebut sekaligus mencerminkan peningkatan indeks kerukunan umat beragama yang disebut mencapai level tertinggi sejak survei nasional dimulai pada 2015.
Ketua STAIN Mandailing Natal, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan itu merupakan bukti nyata keberhasilan kebijakan Kementerian Agama dalam mengarusutamakan moderasi beragama melalui pendekatan yang inklusif dan dialogis.
Menurut Prof. Sumper, konsistensi Menteri Agama dalam mendorong dialog lintas iman, memperkuat nilai toleransi, serta menghadirkan kebijakan keagamaan yang menyejukkan telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas sosial masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya merawat kerukunan umat beragama tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam kebijakan dan praktik nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya indeks kerukunan umat beragama menjadi indikator bahwa pendekatan edukatif semakin diterima dan relevan dalam menjawab tantangan keberagaman. Kondisi tersebut, kata dia, sangat mendukung peran perguruan tinggi dalam membangun iklim akademik yang damai dan produktif.
“Kerukunan merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi bangsa. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan persatuan kepada generasi muda,” tegasnya.
Sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri, STAIN Mandailing Natal terus berkomitmen mendukung program moderasi beragama melalui penguatan kurikulum, pengembangan kajian dan riset tematik kerukunan, serta penyelenggaraan forum-forum dialog yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat luas.
Prof. Sumper berharap, penghargaan yang diraih Menteri Agama RI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga harmoni sosial dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Kerukunan adalah hasil kerja bersama. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar nilai-nilai moderasi beragama benar-benar membumi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.
Ayoo Semangat STAIN menuju IAIN (Tim Humas)




