Tahapan Penjaringan Ketua STAIN Mandailing Natal Berlanjut, Sebelas Kandidat Lolos Verifikasi Administrasi
- Kategori : Kampus
- Dibaca : 204 Kali

Panyabungan, 4 Februari 2026 — Proses penjaringan calon Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal memasuki tahap lanjutan. Setelah melalui proses pemeriksaan administrasi yang komprehensif, panitia penjaringan menetapkan sebelas kandidat yang dinyatakan memenuhi persyaratan berkas dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Sebelas kandidat yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi adalah:
1. Dr. Mara Samin Lubis, M.Ed. – UINSU Medan
2. Dr. Muhammad Alfikri Matondang, M.Si. – UINSU Medan
3. Dr. Sori Monang, M.Th. – UINSU Medan
4. Dr. Mawardi Siregar, M.A. – IAIN Langsa
5. Dr. Marlina, M.A. – STAIN Mandailing Natal
6. Dr. Hamdan Hasibuan, M.Pd. – UIN Syahada Padangsidimpuan
7. Dr. Akhiril Pane, M.Pd. – UIN Syahada Padangsidimpuan
8. Dedisyah Putra, M.A., Ph.D. – STAIN Mandailing Natal
9. Maryam Batubara, M.A., Ph.D. – UINSU Medan
10. Dr. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A. – UIN Syahada Padangsidimpuan
11. Dr. Datuk Imam Marzuki, M.A. – STAIN Mandailing Natal
.jpeg)
Ketua Panitia Penjaringan, Irfan Mustofa, S.E., M.A., menyampaikan bahwa tahapan berikutnya adalah penilaian kualitatif terhadap para calon, yang mencakup rekam jejak akademik, kepemimpinan, integritas, serta kontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Selain itu, para calon juga akan menyampaikan visi dan misi di hadapan Pengurus Senat STAIN Mandailing Natal.
Hasil penilaian kualitatif dan pemaparan visi-misi tersebut akan dirangkum oleh Senat STAIN Mandailing Natal sebagai bahan rekomendasi yang selanjutnya disampaikan kepada Ketua STAIN Mandailing Natal, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag. Pada tahap akhir, Ketua STAIN Mandailing Natal akan meneruskan rekomendasi tersebut kepada Menteri Agama Republik Indonesia untuk proses finalisasi penetapan pimpinan perguruan tinggi.
Adapun linimasa proses penjaringan calon Ketua STAIN Mandailing Natal adalah sebagai berikut:
- 31 Januari–3 Februari 2026: Verifikasi dan seleksi kelengkapan berkas bakal calon Ketua.
- 4 Februari 2026: Pengumuman hasil verifikasi berkas bakal calon Ketua yang memenuhi syarat.
- 5 Februari 2026: Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan berkas kepada Ketua STAIN Mandailing Natal.
- 6–9 Februari 2026: Penyerahan dokumen administrasi bakal calon Ketua oleh Ketua STAIN kepada Senat.
- 10–19 Februari 2026: Rapat Senat dalam rangka pemberian pertimbangan kualitatif kepada calon Ketua.
- 20–23 Februari 2026: Penyerahan dokumen administrasi dan hasil pertimbangan kualitatif oleh Senat kepada Ketua STAIN Mandailing Natal.
- 24–28 Februari 2026: Penyerahan dokumen calon Ketua oleh Ketua STAIN Mandailing Natal kepada Menteri Agama Republik Indonesia.
(1).jpeg)
Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keterbukaan, Panitia Penjaringan Calon Ketua STAIN Mandailing Natal telah menuntaskan tahapan verifikasi administrasi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Irfan Mustofa, S.E., M.A. “Alhamdulillah, seluruh berkas bakal calon telah melalui proses penelaahan yang cermat. Tahapan berikutnya akan difokuskan pada penilaian kualitatif serta pemaparan visi dan misi di hadapan Senat,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, proses penjaringan calon Ketua STAIN Mandailing Natal dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip integritas, objektivitas, dan kehati-hatian dalam setiap tahapan penelaahan. Setiap prosedur dirancang untuk memastikan bahwa proses seleksi berjalan secara adil, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga menghasilkan keputusan yang tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga bermakna secara akademik dan moral.
.jpeg)
Sejalan dengan gagasan Wilhelm von Humboldt bahwa “the true purpose of the university is the cultivation of the mind and character,” kepemimpinan perguruan tinggi dipahami sebagai ikhtiar kolektif untuk merawat akal dan karakter. Dalam kerangka ini, kepemimpinan kampus menjadi ruang pengabdian intelektual yang mengintegrasikan tata kelola kelembagaan dengan nilai-nilai keilmuan dan kebijaksanaan akademik.
Sejalan dengan pandangan tersebut, proses penjaringan ini diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin yang cakap secara manajerial, tetapi juga figur yang mampu merawat tradisi keilmuan, memperkuat budaya akademik, serta menumbuhkan ekosistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.
Ayo semangat! STAIN Madina menuju IAIN. (Tim Humas)




